Friday, January 27, 2017

Menjauhkan Diri Dari Pemakaian Logika (Ra'y) dan Qiyas

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمُ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ فَإِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menarik ilmu dengan sekali cabut dari manusia, akan tetapi mencabutnya dengan cara
mematikan para ulama lebih dahulu. Kemudian setelah tidak tertinggal seorang alim pun, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh dari mereka sebagai para pemimpin. Apabila para pemimpin itu ditanya tentang suatu perkara, maka mereka memberikan fatwa kepada manusia tanpa didasari ilmu, mereka itu sesat dan menyesatkan." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhir (579). Muttafaq alaih
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُفْتِيَ بِفُتْيَا غَيْرَ ثَبَتٍ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menerima fatwa yang tidak benar, lalu dia beramal dengannya, maka dosanya ditimpakan kepada orang yang memberi fatwa.' Hasan: Al Misykah (242).
Lazada Indonesia