Sunday, April 30, 2017

Keutamaan Utsman bin Affan RA

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِتْنَةً فَقَرَّبَهَا فَمَرَّ رَجُلٌ مُقَنَّعٌ رَأْسُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا يَوْمَئِذٍ عَلَى الْهُدَى فَوَثَبْتُ فَأَخَذْتُ بِضَبْعَيْ عُثْمَانَ ثُمَّ اسْتَقْبَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ هَذَا قَالَ هَذَا
Dari Ka'ab bin Ujrah, dia berkata, "Rasulullah SAW menyebutkan adanya fitnah dan menjelaskan
bahwa datangnya fitnah itu sudah dekat, maka lewatlah seorang laki-laki yang memakai ikat kepala. Rasulullah SAW bersabda, 'Orang ini, pada hari terjadinya fitnah itu, berada di atas petunjuk'. Aku melompat dan kemudian memegang lengan Utsman lalu membawanya menghadap Rasulullah SAW, lantas saya bertanya, 'Inikah orangnya?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya, ini'. " Shahih: Al Misykah (6067).
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عُثْمَانُ إِنْ وَلَّاكَ اللَّهُ هَذَا الْأَمْرَ يَوْمًا فَأَرَادَكَ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تَخْلَعَ قَمِيصَكَ الَّذِي قَمَّصَكَ اللَّهُ فَلَا تَخْلَعْهُ يَقُولُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَ النُّعْمَانُ فَقُلْتُ لِعَائِشَةَ مَا مَنَعَكِ أَنْ تُعْلِمِي النَّاسَ بِهَذَا قَالَتْ أُنْسِيتُهُ
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Utsman, jika Allah memberimu kekuasaan atas umat Islam pada suatu hari nanti, maka orang-orang munafik hendak melepaskan baju yang telah dikenakan oleh Allah kepadamu. Maka janganlah engkau lepaskan!" Beliau mengatakan hal itu sampai tiga kali. Nu'man berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Apa yang mencegahmu untuk memberitakan hal ini kepada orang-orang?' Ia menjawab, 'Demi Allah! Terlupakan olehku'." Shahih: Al Misykah (6068), Azh-Zhilal (1172).
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ وَدِدْتُ أَنَّ عِنْدِي بَعْضَ أَصْحَابِي قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَدْعُو لَكَ أَبَا بَكْرٍ فَسَكَتَ قُلْنَا أَلَا نَدْعُو لَكَ عُمَرَ فَسَكَتَ قُلْنَا أَلَا نَدْعُو لَكَ عُثْمَانَ قَالَ نَعَمْ فَجَاءَ فَخَلَا بِهِ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَلِّمُهُ وَوَجْهُ عُثْمَانَ يَتَغَيَّرُ قَالَ قَيْسٌ فَحَدَّثَنِي أَبُو سَهْلَةَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ قَالَ يَوْمَ الدَّارِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ عَهْدًا فَأَنَا صَائِرٌ إِلَيْهِ وَقَالَ عَلِيٌّ فِي حَدِيثِهِ وَأَنَا صَابِرٌ عَلَيْهِ قَالَ قَيْسٌ فَكَانُوا يُرَوْنَهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ
Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW pada waktu sakitnya telah bersabda, Aku ingin jika di sampingku ini ada beberapa orang sahabatku'. Kami mengusulkan, 'Ya Rasulullah! Bagaimana jika kami memanggilkan Abu Bakar untukmu?' Beliau diam saja. Lalu kami berkata, 'Apakah engkau ingin kami panggilkan Umar?' Beliau hanya terdiam. Kemudian kami mengatakan, 'Apakah kami panggilkan Utsman?' Beliau menjawab, 'Ya'. Maka Utsman pun datang. Kemudian beliau berduaan saja dengan Utsman. Beliau berbicara dengan Utsman, dan wajah Utsman setelah itu menjadi berubah." Qais berkata, "Abu Sahlah, maula (budak) Utsman, meriwayatkan kepadaku bahwa Utsman bin Affan berkata pada Yaumud-Dar,' (hari dimana utsman di isolir di rumahnya-ed) Sesungguhnya Rasulullah SAW mengamanatkan kepadaku sebuah janji dan aku harus menjalaninya'." Ali berkata dalam sebuah haditsnya, "Wa ana shabirun ilaih (Aku bersabar atasnya)." Qais berkata, "Maka, orang-orang telah menyaksikan hari kejadian tersebut." Shahih: Al Misykah (6070), Azh-Zhilal (1175, 1176).