Thursday, June 22, 2017

Keutamaan Bilal RA

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ أُوذِيتُ فِي اللَّهِ وَمَا يُؤْذَى أَحَدٌ وَلَقَدْ أُخِفْتُ فِي اللَّهِ وَمَا يُخَافُ أَحَدٌ وَلَقَدْ أَتَتْ عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَمَا لِي وَلِبِلَالٍ طَعَامٌ يَأْكُلُهُ ذُو كَبِدٍ إِلَّا مَا وَارَى إِبِطُ بِلَالٍ
123-150. Dari Anas bin Malik, dia berkata, "Rasulullah SAW besabda, 'Sungguh aku telah disiksa
dan diteror karena Allah, yang mana tidak seorang pun (diantara kamu) disiksa dan diteror sepertiku. Telah berlalu tiga malam, namun aku dan Bilal tidak mempunyai makanan yang dapat dimakan oleh makhluk yang mempunyai ginjal (makhluk bernyawa-ed), kecuali sedikit makanan yang dikempit (makanan yang disembunyikan -ed) pada ketiak Bilal'." Shahih: Al Misykah (5253), Ash-Shahihah (2222), Mukhtashar Asy-Syamail Al Muhammadiyah (115).