Thursday, June 22, 2017

Keutamaan Hasan dan Husein, Putra Ali bin Abu Thalib RA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْحَسَنِ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ قَالَ وَضَمَّهُ إِلَى صَدْرِهِ
116-141. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Hasan, "Ya Allah! Sungguh benar-benar aku mencintainya, maka cintailah dia, dan cintailah orang-orang yang mencintainya. "
Abu Hurairah melanjutkan, "Kemudian Nabi SAW mendekapkan Hasan ke dadanya." Shahih: Ash-Shahihah (2807). Muslim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَبْغَضَهُمَا فَقَدْ أَبْغَضَنِي
117-142. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa mencintai Hasan dan Husein, maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa membuat marah keduanya, maka ia telah membuat aku marah'. " Hasan: Ahkam Al Jana'iz (101).
أَنَّ يَعْلَى بْنَ مُرَّةَ حَدَّثَهُمْ أَنَّهُمْ خَرَجُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى طَعَامٍ دُعُوا لَهُ فَإِذَا حُسَيْنٌ يَلْعَبُ فِي السِّكَّةِ قَالَ فَتَقَدَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَامَ الْقَوْمِ وَبَسَطَ يَدَيْهِ فَجَعَلَ الْغُلَامُ يَفِرُّ هَا هُنَا وَهَا هُنَا وَيُضَاحِكُهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَخَذَهُ فَجَعَلَ إِحْدَى يَدَيْهِ تَحْتَ ذَقْنِهِ وَالْأُخْرَى فِي فَأْسِ رَأْسِهِ فَقَبَّلَهُ وَقَالَ حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الْأَسْبَاطِ
118-143. Dari Ya'la bin Murrah, "Bahwasanya mereka pernah pergi bersama Nabi SAW untuk memenuhi undangan makan. Tiba-tiba nampak Husein sedang bermain-main di tengah jalan." Ya'la melanjutkan, "Maka Nabi SAW berjalan mendahului para sahabat, lalu membentangkan kedua tangannya untuk memegang Husein. Kemudian anak itu lari ke sana dan ke mari untuk menghindarkan diri. Nabi SAW menggodanya dan membuatnya tertawa hingga beliau dapat menangkapnya. Dipegangnya dagu Husein dengan salah satu tangannya, dan tangan yang lain memegang belakang kepalanya. Kemudian beliau mencium Husein dan bersabda, 'Husein (adalah bagian) dariku dan aku (adalah bagian) dari Husein. Allah akan mencintai siapa saja yang mencintai Husein. Husein adalah cucu dari para cucu'." Hasan: Ash-Shahihah (1227).