عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْحَمُ أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ وَأَشَدُّهُمْ فِي دِينِ اللَّهِ عُمَرُ وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ وَأَقْضَاهُمْ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَأَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَأَعْلَمُهُمْ بِالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَأَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
|
125-153. Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling pengasih dari
umatku terhadap umatku adalah Abu Bakar, yang paling keras pembelaannya terhadap agama Allah adalah Umar, yang paling pemalu dari mereka adalah utsman, yang paling mengetahui masalah hukum adalah Ali bin Abu Thalib, yang paling baik dalam membaca Kitabullah adalah Ubai bin Ka'ab, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Mu'adz bin Jabal, dan yang paling mengetahui ilmu faraidh (pembagian warisan) adalah Zaid bin Tsabit. Ketahuilah bahwa setiap umat itu mempunyai orang kepercayaan, dan orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah." Shahih: Ash-Shahihah (1224).
|
عَنْ أَبِي قِلَابَةَ مِثْلَهُ عِنْدَ ابْنِ قُدَامَةَ غَيْرَ أَنَّهُ يَقُولُ فِي حَقِّ زَيْدٍ وَأَعْلَمُهُمْ بِالْفَرَائِضِ
|
| 126-154. dari Abu Qilabah, seperti hadits di atas, hanya saja dia mengatakan tentang keutamaan Zaid dengan kalimat " Wa a'lamuhum bilfara'idh (yang paling menguasai ilmu faraidh)." Shahih: Hadits ini pengulangan dari hadits sebelumnya.
|