سَعِيدَ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَاشِرَ عَشَرَةٍ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ فِي الْجَنَّةِ فَقِيلَ لَهُ مَنْ التَّاسِعُ قَالَ أَنَا
|
110-132. Dari Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail, dia berkata, "Rasulullah SAW adalah orang
kesepuluh dari sepuluh orang (yang akan masuk surga)." Kemudian Sa'id melanjutkan, "Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Sa'ad di surga, Abdurrahman di surga." Dia ditanya, "Siapakah yang ke sembilan?" Dia menjawab, "Aku (Sa'id bin Zaid)." Shahih: Takhrij At-Thahawiyah, Al Misykah (6, 10), Ar-Raudh (425).
|
عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ اثْبُتْ حِرَاءُ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدٌ وَعَدَّهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ وَسَعْدٌ وَابْنُ عَوْفٍ وَسَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ
|
| 111-133. Dari Sa'id bin Zaid, dia berkata, "Aku bersaksi atas Rasulullah SAW, sesungguhnya aku mendengar beliau bersabda, Tenanglah, hai gua Hira (jangan bergoncang), karena tidaklah manusia yang menginjakmu kecuali seorang Nabi atau yang shiddiq (orang yang benar) atau seorang yang syahid. Mereka adalah Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad, Abdurrahman bin Auf dan Sa'id bin Zaid'." Shahih: Ash-Shahihah (875).
|